Manajemen Ekonomi Keluarga Dalam Perspektif Buddhis

Mulyana. 2015. Manajemen Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Buddhis. Dharmacarya. Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen ekonomi keluarga dalam perspektif Buddhis.Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Data yang digunakan berupa pendapat, gagasan, atau hasil pemikiran mengenai manajemen, ekonomi, keluarga, dan nilai-nilai ajaran Buddhisme yang berkaitan dengan ekonomi yang dikumpulkan dari berbagai sumber pustaka yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode content analysis, dimana data yang berupa pendapat, gagasan, maupun hasil pemikiran dianalisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan secara deduktif-induktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sebagai konsep modern dapat dipadukan dengan nilai-nilai yang terdapat dalam ajaran Buddhisme dalam upaya mengelola ekonomi keluarga. Konsep manajemen bermanfaat dalam pengelolaan perekonomian keluarga, sehingga segala sumber daya yang ada dapat dipergunakan secara efektif dan efisien. Sedangkan Nilai-nilai ajaran Buddha memberikan petunjuk bagaimana sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan materi melalui cara-cara memperoleh penghasilan tanpa mengabaikan moralitas, kekayaan yang telah diperoleh disimpan atau dijaga, dan penggunaannya, serta sikap mental seseorang dalam memandang kekayaan yang dimiliki. Perpaduan tersebut dapat menjadi model ideal dalam pengelolaan ekonomi sehingga menghasilkan kesejahteraan, tidak hanya untuk keluarga tetapi dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hasil akhir dari perpaduan manajemen dan nilai-nilai Buddhisme adalah terciptanya kesejahteraan bagi keluarga secara lahir dan batin, masyarakat, dan lingkungan. Lingkungan akan terus terjaga kelestariannya dengan diterapkannya prinsip-prinsip Buddhisme dan manajemen yang baik.

Ekonomi Buddha

Manajemen Ekonomi Keluarga dalam konsep Buddhis

Penelitian ini menghasilkan pemahaman bagaimana manajemen ekonomi keluarga dalam perspektif Buddhis. Manajemen sebagai konsep modern dapat dipadukan dengan nilai-nilai ajaran Buddha dalam mengelola ekonomi keluarga. Perpaduan antara keduanya dapat menjadi panduan yang ideal. Konsep manajemen bermanfaat dalam pengelolaan perekonomian keluarga, sehingga segala sumber daya yang ada dapat dipergunakan secara efektif dan efisien. Manajemen memberikan petunjuk bagaimana sebuah keluarga harus merencanakan, mengorganisasikan, mengimplementasikan, dan mengontrol seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menghindari pemborosan pada hal-hal yang tidak perlu.

Nilai-nilai ajaran Buddha memberikan petunjuk bagaimana sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan materi melalui cara-cara memperoleh penghasilan tanpa mengabaikan moralitas, kekayaan yang telah diperoleh disimpan atau dijaga, dan penggunaannya, serta sikap mental seseorang dalam memandang kekayaan yang dimiliki. Perpaduan manajemen dan Buddhisme merupakan model ideal yang dapat digunakan untuk menghadapi globalisasi ekonomi yang didominasi oleh ekonomi kapitalis yang ternyata gagal dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan kehidupan manusia, tanpa mengesampingkan dampak positifnya. Konsep ekonomi Buddhis diharapkan dapat berdampingan dan menjadi inspirasi baru bagi perkembangan ekonomi dalam lingkup mikro, seperti individu dan keluarga serta memberikan dan dalam lingkup luas seperti masyarakat, perusahaan, dan negara. Akhirnya, kesejahteraan individu, masyarakat, dapat tercapai tanpa saling merugikan dan lingkungan yang menyediakan sumber daya alam tetap terjaga kelestariannya.

File Lengkap Download disini > > Manajemen Ekonomi Keluarga dalam Konsep Buddhis

Mulyana, 2015. Manajemen Ekonomi Keluarga dalam Konsep Buddhis.

Advertisements