Pola Integrasi Sosial Komunitas Buddhis Cina Benteng dengan Muslim Sunda

Pola Integrasi Sosial Komunitas Buddhis Cina Benteng dengan Muslim Sunda (Studi Kasus di Kecamatan Neglasari Kota Tangerang). Penelitian ini memiliki beberapa tujuan berkaitan dengan integrasi sosial komunitas buddhis cina benteng dengan muslim sunda di kecamatan Neglasari Kota Tangerang, antara lain (1) Mengetahui kaitan pemahaman dan pengamalan ajaran agama dengan perilaku sosial; (2) Mengetahui pola-pola integrasi sosial; (3) Mengetahui faktor dominan yang mendorong terciptanya konflik; (4) Mengetahui faktor dominan yang mendukung proses integrasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Analisis permasalahan dalam penelitian ini menggunakan orientasi pendekatan sociologic phenomenologic.

ilustrasi gambar http://onlinelearningtips.com:

Buddhis Cina Benteng Muslim Sunda

POLA INTEGRASI SOSIAL KOMUNITAS BUDDHIS CINA BENTENG
DENGAN MUSLIM SUNDA

POLA INTEGRASI SOSIAL KOMUNITAS BUDDHIS CINA BENTENG DENGAN MUSLIM SUNDA
(STUDI KASUS DI KECAMATAN NEGLASARI KOTA TANGERANG)
Kemanya Karbono
akarbono@yahoo.com

Berdasarkan hasil penelitian, kaitan antara pemahaman dan pengamalan agama dengan perilaku sosial komunitas Buddhis Cina Benteng lebih cenderung mengarah sebagai perekat hubungan dengan komunitas muslim sunda. Polarisasi pemahaman dan pegamalan ajaran agama tidak memiliki pengaruh signifikan dalam menciptakn konflik. Pola integrasi sosial komunitas Buddhis Cina Benteng dengan muslim sunda antara lain terbentuk melalui: (1) Hubungan kekerabatan, yang dalam hal ini terbentuk melalui perkawinan silang dan gotong royong. (2) Partisispasi dan akulturasi. (3) Integrasi atas dasar general agreements; yaitu integrasi berdasarkan kesepakatan bersama. Faktor dominan yang mendukung terciptanya konflik antara lain: (1) Pemahaman ajaran agama yang kurang; (2) Warisan masa lalu (Belanda: pecah belah); (3) Perkembangan dan komposisi penduduk dan pemeluk agama; (4) Perkembangan ekonomi sosial; (5) Kegagalan meniru model peran. Faktor dominan yang mendukung terciptanya integrasi sosial antara lain: (1) Kearifan lokal, yakni silih asih, silih asah, silih asuh. Rukun jeung batur sa kasur, sa sumur, sa lembur, sa kubur (Rukun dengan teman se kasur, se sumur, sekampung, dan se kubur; (2) kesadaran dari tokoh agama dan tokoh masyarakat akan pentingnya kerukunan; (3) Perkawinan pribumi (muslim sunda) dengan nonpribumi (buddhis cina benteng).

Penelitian Dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Untuk file lengkap penelitian Pola Integrasi Sosial Komunitas Buddhis Cina Benteng dengan Muslim Sunda, dapat menghubungi admin melalui kolom komentar pada posting ini, kirim pesan melalui email, atau kunjungi link dibawah ini:

>> File lengkap klik link ini Jurnal STAB Negeri Sriwijaya Tangerang Banten

Advertisements