Integrasi Soft Skills pada Kurikulum Prodi Darmacariya STAB Negeri Sriwijaya untuk Meningkatkan Kompetensi Lulusan yang Mampu Bersaing Dalam Dunia Kerja

Pengembangan soft skills dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagi berikut: (1) Identifikasi soft skills, (2) Definisi soft skills, (3) Program Pengembangan yang terdiri: written curriculum, hidden curriculum, co-curiculum, Extra curriculum, pengembangan di asrama. (4) Evaluasi soft skills. Pihak yang terkait dalam pengembangan soft skils antara lain: Dosen, Mahasiswa, Pembuat kebijaksanaan di kampus, alumni dan pengguna lulusan (user). Pengembangan soft skills dilaksanakan dalam kerangka luas, tersistem, terintegrasi, terukur, dan berkesinambungan.

images by: www.smetraining.asia

Soft Skill Pendidikan Agama Buddha

Soft Skill Pendidikan Agama Buddha Dharmacarya

Integrasi Soft Skills pada Kurikulum Prodi Darmacariya STAB Negeri Sriwijaya untuk Meningkatkan Kompetensi Lulusan yang Mampu Bersaing Dalam Dunia Kerja

Kemanya Karbono, S.Ag.

Integrasi soft skills pada kurikulum prodi darmacariya STAB Negeri Sriwijaya harus perlu dilakukan, hal ini berkaitan dengan peningkaan kualitas sumber daya manusia yang sesuai tuntutan dunia kerja. Persaingan dalam dunia kerja bagi lulusan STAB Negeri Sriwijaya semakin kompetitif hal ini dikarenakan semakin banyaknya STAB yang berdiri di Indonesia, saat ini sekitar 14 STAB telah berdiri di Indonesia, jika rata-rata STAB meluluskan 15 S.Ag. tiap tahunya maka tiap tahun akan ada sekitar 200 S.Ag yang siap bersaing mendapatkan pekerjaan. Realitas ini harus segera direspon oleh STAB Negeri Sriwijaya prodi Darmacariya untuk meningkatkan komptensi lulusanya dengan pembekalan kemampuan soft skills, agar lulusan mampu bersaing dalam dunia kerja. selain itu jika lulusan mempunyai kemampuan soft skills maka peluang mendapatkan pekerjaan lain selain menjadi pendidik akan terbuka lebar.

Pengembangan soft skills pada STAB Negeri Sriwijaya bukan hanya terletak pada diadopsinya mata kuliah soft skills dalam kurikulum, akan tetapi harus terintegrasi dalam setiap proses pembelajaran, pengembangan soft skills harus terintegrasi dengan baik dalam kegiatan ko kurikuler maupun ektrakurikuler dan dalam lingkungan asrama. Sosialisasi pengembangan soft skills kepada semua pihak yang terkait dalam dunia pendidikan baik itu dosen, mahasiswa, pemegang kebijaksanaan dalam kampus, pengguna lulusan harus benar-benar dilakukan dan bersama-sama semua komponen tersebut harus mendukung pengembangan soft skills. Pengembangan soft skills dilaksanakan dalam kerangka luas, tersistem, terintegrasi, terukur, dan berkesinambungan.

Artikel oleh Kemanya Karbono, S.Ag., download pada http://www.stabn-sriwijaya.ac.id

https://heriyantolim.wordpress.com, Saya Heriyanto