Metodologi Anita Cassidy – Perencanaan Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Berbagai kegiatan sistem dan teknologi informasi memberikan dukungan terhadap tujuan organisasi. Strategi sistem dan teknologi informasi haruslah sejalan dan selaras terhadap strategi bisnis organisasi. Dasar dari proses perencanaan strategis adalah bahwa arah bisnis dan kebutuhan bisnis mendorong arah sistem informasi dan teknologi apa yang tepat. Metode Anita Cassidy memberikan langkah-langkah perencanaan sistem dan teknologi informasi dengan penyelarasan terhadap strategi bisnis organisasi. Metode Anita Cassidy terdiri dari 4 fase yaitu fase visioning, analysis, direction, dan recommendation (Anita Cassidy, 2006: 41).

Anita Cassidy Framework

Perencanaan Strategis Sistem Informasi dengan Metodologi Anita Cassidy

Visioning Phase
Tahap pertama dalam perencanaan sistem dan teknologi informasi. Tujuan dari visioning phase untuk menentukan visi dari kegiatan, serta menyusun rencana proyek dengan berbagai proses yang ada. Pada tahap visioning harus dapat dipahami seluruh tujuan, proses, dan cakupan setiap proses bisnis secara menyeluruh. Visioning Phase lebih berfokus pada keadaan organisasi bukan pada sistem dan teknologi informasi. Berbagai analisis internal dan ekternal dilakukan untuk membantu fase ini dalam mengidentifikasi tujuan, proses, manajemen, dan arah bisnis organisasi.

Visioning Phase Anita Cassidy

Anita Cassidy Visioning Phase

Analysis Phase
Analysis phase (fase analisis) bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana sistem informasi yang sudah ada dan telah berjalan pada organisasi, perananan sistem informasi selama ini, dan juga sebagai upaya memindai tujuan organisasi dan keterkaitannya dengan sistem informasi yang ada, bagaimana sistem informasi akan menyesuaikan atau dilakukan pengembangan guna terciptanya keselarasan. Fase analisis mendokumentasikan dan menganalisis secara objektif. Berbagai teknik pengumpulan data dapat digunakan pada fase ini seperti dokumentasi, wawancara, observasi, dan kuesioner untuk mendapatkan dan mendokumentasikan berbagai proses yang ada dalam mendukung bisnis organisasi.

Fase analisis dapat dilakukan dengan memulai pada lingkungan dan infrastruktur teknis, seperti Personal Komputer (PC), server, telekomunikasi, serta koneksi jaringan dan data. Tahap ini juga dapat melakukan observasi dan meninjau struktur organisasi, berbagai tugas dan fungsi, serta wewenang dan tanggungjawab dalam organisasi khusunya berkaitan dengan sistem informasi. Fase analisis menjadi dasar dalam membentuk pengetahuan sistem informasi yang ada serta memahami proses sitem informasi dan bagaimana terselesaikannya berbagi tugas dalam organisasi.

Fase analisis mengidentifikasi pembiayaan sistem informasi, perubahan biaya dan harga, serta pendanaan yang telah dikeluarkan (Anita Cassidy, 2006: 44). Mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan permintaan, memindai trend sistem informasi eksternal organisasi, dan mengidentifikasi berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi organisasi masa sekarang dan akan datang. Proses membandingkan terhadap pesaing dan sistem informasi apa yang mereka gunakan juga menjadi bagian dari fase analisis.

Direction Phase
Direction Phase merupakan tahapan akan dibentuknya sebuah tujuan strategis dan sasaran sistem informasi yang terangkum dalam sebuah visi misi sistem informasi berdasarkan analisis dan pemahaman mendalam segala kondisi organisasi. Fase ini merupakan sebuah proses yang dilakukan setelah melewati 2 fase sebelumnya. Direction Phase merumuskan tujuan strategis yang diperlukan untuk membantu bisnis dalam mencapai tujuan. Direction Phase terdiri dari berbagai proses seperti: 1) menentukan bagaimana mengukur nilai atau kemajuan SI secara berkelanjutan, 2) menentukan arah aplikasi bisnis dan proyek-proyek khusus yang diperlukan, 3) menentukan arsitektur komputer teknis dan proyek-proyek yang diperlukan untuk mencapai tujuan, termasuk perubahan di bidang PC, server, jaringan, dan telekomunikasi, 4) menentukan layanan SI yang diinginkan arsitektur, yang mencakup orang-orang dan proses yang diperlukan sistem, 5) menentukan bagaimana mengalokasikan sumber daya dan peran outsourcing atau alternatif lainnya.

Direction fase Anita Cassidy Framework

Direction fase Anita Cassidy Framework, Metodologi Anita Cassidy

Pada saat merancang tujuan dan arahan dari sistem informasi baru, seluruh pihak yang terlibat harus dikomunikasikan agar tercipta pemahaman yang sama dalam pengembangan SI dan TI sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi. Penyusunan rencana pengembangan SI serta identifikasi berbagai proyek potensial juga bagian dari Direction Phase.

Recommendation
Pada direction phase menghasilkan roadmap pengembangan dan proyek sistem informasi. Recommendation sebagai tahapan untuk mendokumentasikan dan merangkum seluruh proses yang telah dilakukan sebelumnya. Fase ini menghasilkan secara detail tentang pelaksanaan pengembangan SI beberapa tahun ke depan yang mencakup ringkasan biaya, waktu pelaksanaan, dan serta sumber daya yang dibutuhkan. Recommendation Phase membantu dalam perencanaan, membatu dalam menentukan pilihan, serta keuntungan dan kerugian dari masing-masing pilihan. Fase ini juga menentukan rekomendasi yang tepat dengan return-on-investment analysis dan mengidentifikasi dampak organisasi.

Recommendation Phase Anita Cassidy

Framework Anita Cassidy Recommendation Phase

Referensi dan Pustaka:

  • Cassidy, Anita . 2006. A practical guide to information systems strategic planning: Second Edition. NewYork: Auerbach Publications.
  • Cassidy, Anita. 2006,. A Practical Guide to Information Systems Strategic Planning”, 2nd edition. Boca Rato: Taylor and Francis Group.
  • Cassidy, Anita & Guggenberger, Keith. 2000. A Practical Guide to Information Systems Process Improvement. United States of America. St. Lucie Press is an imprint of CRC Press LLC.

Sumber teks: Proposal penelitian Dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. 2017. Perencanaan Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Framework Anita Cassidy pada Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (studi kasus Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten). Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, STABN Sriwijaya.