Komparasi Konsep Keselamatan Agama Hindu dan Konsep Keselamatan Agama Buddha

Komparasi Konsep Keselamatan Agama Hindu dan Konsep Keselamatan Agama Buddha

oleh: Ike Nindiya

ABSTRACT

Nindiya, Ike. 2012. Comparison Between Safety Concept of Hindu and Buddha. Undergraduate Thesis. Major Dharmaduta. Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten. Advisor I Corneles Wowor, M.A., and Advisor II Heriyanto, M.Kom.

Key Words: Safety Concept of Hindu, Safety Concept of Buddha

The background of this research is based on human phenomena which are fear of death and assume that death is scary thing. it happens to the religionist and common people. The basic of Hindu and Buddha are two religions which have different methods of teaching. As development goes by, the safety concept of two religions emphasizes the same pattern, even the origin of creation Hindu exists at the same era with Buddha. This rally point presents the continuity of atmosphere and acculturation inside of it. The objective of this undergraduate thesis are describe the Hindu safety concept and Buddha safety concept.

The writer tries to find the root of problem to be observed in this study. The method of this study is literature study with theology approach. In this research, the writer does a research with literature study, which are collecting data from various literature of Hindu and Buddha, text books, and internet resources or magazines to support this research.

The conclusion of this undergraduate thesis is safety concept based on Hindu and Buddha have the point of view responding the phenomena related with human and external factor which is related with the method to find protection and safety as earthly life and multi-earthly life. The process to find safety is observed with two point of view, Buddha and Hindu, each of them contributes perspective solution to find safety and implies to the human as a subject to be undergone.

At last, the writer suggests that with the observation to the safety concept of Hindu-Buddha especially open mindset to understand and apply religion teaching to the daily life. This undergraduate thesis is made to open up mindset both internally and externally. The writer hopes that after reading this undergraduate thesis, the reader can grow the attitude to appreciate each other religion and can create harmony each religion so they can realize a better life.

Konsep Keselamatan Agama Buddha

Konsep Keselamatan Agama Hindu dan Konsep Keselamatan Agama Buddha

KESIMPULAN

Keselamatan adalah suatu keadaan terbebas dari segala bentuk marabahaya, malapetaka, bencana dan lain sebagainya. Dalam usaha mencari keselamatan, manusia mengusahakan banyak cara, dari cara yang nyata, sampai yang abstrak. Cara yang nyata ditempuh dengan mempelajari dan mengamalkan hukum kamma. Meyakini hukum kamma yang ditambah dengan membangkitkan pikiran-pikiran positif, melaksanakan perbuatan melalui saluran pikiran, ucapan dan perbuatan, maka senantiasa mengkondisikan batin menjadi tenang. Ini adalah cara yang cukup efektif, walaupun hasil jangka panjang tidak dapat ditentukan tetapi efek nyatanya dapat langsung dirasakan.

Berikutnya kasta bukanlah penentu keberhasilan spiritual seseorang, banyak yang beranggapan kasta yang lebih tinggi dengan selalu melakukan upacara dapat membebaskan diri dari karma buruk, sehingga para Brahmana pastilah seorang suci. Hal tersebut bukanlah suatu jaminan karena kesucian ditentukan oleh kondisi batin bukan berasal dari jenis pekerjaan maupun kedudukan. Upacara adalah suatu cara yang abstrak, cara ini kurang efektif, karena hasilnya tidak dapat langsung dirasakan. Walaupun disertai dengan mindset yang gembira pada saat melaksanakan tetapi hal tersebut hanya menguntungkan diri sendiri saja, tidak mengkondisikan kebahagiaan bagi pihak lain. Dengan upacara, seseorang akan berusaha mencari perlindungan melalui makhluk-makhluk yang memiliki kemampuan lebih, ada yang meminta perlindungan kepada para dewa dengan persembahan kurban-kurban. Hal tersebut merupakan perlindungan yang akan lari meningglkan diri ketika tidak memberikan pengurbanan sebagai balas jasanya. Selain itu terdapat perlindungan yang tidak akan pergi meninggalkan diri kita walaupun tidak memberikan pengurbanan. Perlindungan yang demikian adalah perlindungan dengan menjalankan moralitas dan didukung oleh meditasi Vipassana Bhavana dan Kriya Yoga bagi yang meyakininya. Bagi meditator yang giat berlatih, semua latihan yang dijabarkan dalam meditasi, seluruhnya bersifat konstruktif, tiada yang menurunkan kualitas meditator.

” untuk skripsi lengkap dapat menghubungi admin melalui kolom komentar “

Advertisements

About heriyanto lim
Heriyanto, Lecturer at the State College Buddhist of Sriwijaya. Subject: Computer Science, Multimedia and Statistics (Certificates of expert-level statistics). IT Support Specialist, Maintenance and Programming (Java, Visual Basic, etc).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: